KEEFEKTIFAN PEMBERIAN TUGAS AKHIR SETIAP KOMPETENSI DASAR DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS VIII
ABSTRAK
MARHANI. 2006. Keefektifan Pemberian Tugas Akhir Kompetensi Dasar Dalam Meningkatkan Hasil Belajar Matematika Pada Siswa Kelas VIII SMP Negeri 1 Walenrang(dibimbing oleh Suradi Tahmir dan Muh. Ilyas).
Penelitian ini adalah penelitian ex-post facto yang bersifat korelasional. Bertujuan untuk mengetahui seberapa besar tingkat hasil belajar siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Walenrang pada kompetensi dasar lingkaran yang diajar dengan pemberian tes pada setiap akhir subpokok bahasan, untuk mengetahui seberapa besar tingkat hasil belajar siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Walenrang pada kompetensi dasar lingkaran yang diajar tanpa pemberian tes pada setiap akhir subpokok bahasan dan untuk mengetahui apakah hasil belajar siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Walenrang pada pokok bahasan lingkaran yang diajar dengan pemberian tes pada setiap akhir kompetensi dasar lebih tinggi dari siswa yang diajar tanpa pemberian tes pada setiap akhir kompetensi dasar.Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII berjumlah 213 tahun pelajaran 2005/2006 yang terdiri atas 5 kelas paralel dengan jumlah siswa 213 orang. Sedangkan sampel yang diselidiki sebanyak 2 kelas dengan jumlah siswa 80 orang yang terdiri dari satu kelas eksperimen dan satu kelas kontrol. Dari dua kelas yang terpilih, dipilih satu kelas sebagai kelompok eksperimen dengan jumlah siswa 40 orang dan satu kelas sebagai kelompok kontrol dengan jumlah siswa 40 orang secara random.Hasil perhitungan, diperoleh nilai thitung sebesar 5,35 maka dapat dikatakan bahwa hasil belajar matematika siswa kelompok eksperimen lebih tinggi dibandingkan siswa dari kelompok kontrol pada taraf signifikan α= 0.05. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa hasil belajar matematika siswa yang diberi tes pada setiap akhir kompetensi dasar lebih tinggi dibandingkan dengan siswa pada kelompok kontrol yang tidak diberikan tes pada setiap akhir kompetensi dasar. Dengan demikian H0 ditolak dan H1¬ diterima.
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Matematika pada Sekolah Menengah, sebagaimana dinyatakan dalam Garis-garis Besar Program Pembelajaran bahwa tujuan umum pendidikan matematika pada jenjang pendidikan menengah memberi tekanan pada penataan nalar dan pembentukan sikap siswa serta juga memberi tekanan pada keterampilan dalam penerapan matematika.
Upaya untuk mencapai tujuan tersebut bukanlah hal yang mudah, karena pendidikan merupakan suatu sistem yang sangat kompleks. Sistem pendidikan terdiri atas berbagai subsistem yang saling berkaitan antara satu dengan lainnya. Subsistem yang dimaksud adalah subsistem masukan, proses, dan keluaran pendidikan. Jika berbicara mengenai peningkatan mutu pendidikan matematika, maka ketiga subsistem tersebut mutlak mendapat penanganan secara serius dan profesional. Hal ini sejalan dengan pendapat Sudjana (1991: 187) yang menjelaskan bahwa upaya peningkatan mutu pendidikan di semua jenjang dan tingkat pendidikan, dapat dilakukan melalui ketiga subsistem pendidikan, yakni input, proses, dan output.
Standar dalam pencapaian pendidikan, atara lain, bahwa bangsa itu memiliki kemampuan memanfaatkan ilmu pengetahuan dan teknologi, hal itu dari hari ke hari maju sangat cepat yang perkembangannya demikian pesat akan sangat ditentukan oleh keberhasilan pembangunan dibidang pendidikan di semua jenjang.
Pentingnya penguasaan matematika dalam menunjang keberhasilan pembangunan bidang pendidikan sangat penting, karena penguasaan terhadap matematika bagi peserta didik, baik dalam pendidikan dasar maupun dalam pendidikan menengah akan menjadi sarana yang ampuh untuk mempelajari mata pelajaran lain, baik pada jenjang pendidikan yang sama maupun pada jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Ini berarti bahwa seseorang yang tahu tentang pelajaran matematika akan mempunyai peluang yang cukup besar untuk berhasil mempelajari mata pelajaran lain. Dengan demikian penguasaan matematika bagi peserta didik perlu ditingkatkan, baik pada tingkat pendidikan dasar maupun pada tingkat pendidikan menengah sampai pendidikan tinggi.
Peningkatan kualitas pendidikan, maka tenaga pendidik memegang peranan penting terutama dalam proses belajar mengajar. Demikian pula peserta didik turut memegang peranan penting dalam pencapaian tujuan pendidikan khususnya dalam menerima materi pelajaran. Upaya peningkatan kualitas pendidikan, tidak terlepas dari strategi belajar mengajar yang mencakup pengalokasian waktu, metode, dan teknik pengajaran yang digunakan dalam pembelajaran.
Penerapan suatu metode, strategi dan pendekatan pembelajaran harus ditinjau keefektifan, keefesienan dan kecocokannya dengan karakteristik materi pelajaran serta keadaan siswa itu sendiri yang meliputi: kecerdasan atau kemampuan, kesiapan, bakat atau minat, waktu yang digunakan, dan tingkat sosial ekonomi sebagai subjek dalam proses belajar mengajar.
Keberhasilan dan kualitas pendidikan disekolah dapat dilihat dari prestasi belajar siswanya. Prestasi siswa ditentukan oleh berbagai faktor, antara lain : kompetensi yang dimiliki seorang pengajar, metode atau teknik dan alat pengajaran yang digunakan, cara guru memotivasi siswa agar berminat dan giat atau aktif untuk belajar.
Kenyataan menunjukkan bahwa pembelajaran matematika jika ditinjau dari daya serap dan kemampuan siswa masih sangat rendah. Khususnya pada tingkat Sekolah Dasar, dari bahan pelajaran yang diberikan belum dapat dikuasai oleh kebanyakan murid sedangkan presentase daya serap pada tingkat sekolah menengah juga lebih rendah yaitu 57 persen untuk Sekolah Menengah Pertama dan 53 persen untuk Sekolah Menengah Atas ( Ahmad Daud Paeru, 1990: 2 ).
Dalam mengantisipasi hal tersebut, maka pemerintah telah berusaha melalui berbagai kegiatan agar tujuan kurikulum dapat tercapai dengan baik, antara lain meningkatkan komponen–komponen yang terkait dalam kurikulum matematika diantaranya tujuan matematika, materi matematika yang diajarkan, bagaimana cara dan kepada siapa matematika diajarkan.
Sejalan dengan usaha tersebut di atas, maka perlu peningkatan proses belajar, khususnya dalam memotivasi siswa dalam belajar. Salah satu komponen dalam proses belajar mengajar yang dapat memotivasi siswa dalam belajar adalah pemberian tes.
Pemberian tes pada setiap akhir kompetensi dasar diharapkan dapat meningkatkan keefektifan belajar siswa dalam upaya peningkatan hasil belajar matematika.
Tes yang diberikan pada setiap akhir kompetensi dasar setelah berlangsungnya proses belajar mengajar mempunyai fungsi untuk mengetahui apakah hasil pengajaran sudah tercapai atau belum.
Pemberian tugas pada setiap akhir kompetensi dasar bertujuan untuk memberi peranan aktif kepada siswa dalam proses belajar mengajar. Ini berarti memberi kesempatan kepada siswa untuk mendapatkan pengertian tentang topik–topik dan konsep–konsep yang telah diajarkan.
Berdasarkan latar belakang tersebut di atas maka penyusun termotivasi untuk melakukan penelitian tentang “Keefektifan Pemberian Tes pada Setiap Akhir Kompetensi Dasar dalam Meningkatkan Hasil Belajar Matematika Siswa Kelas VIII SMP Negeri 2 Walenrang“.
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan uraian yang dikemukakan di atas, maka masalah – masalah yang diselidiki dalam penelitian ini dirumuskan sebagai berikut:
1. Seberapa besar tingkat hasil belajar siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Walenrang yang diajar dengan pemberian tes pada setiap akhir kompetensi dasar?
2. Seberapa besar tingkat hasil belajar siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Walenrang yang diajar dengan tanpa pemberian tes pada setiap akhir kompetensi dasar?
3. Apakah terdapat perbedaaan hasil belajar siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Walenrang yang diajar dengan pemberian tes pada setiap akhir kompetensi dasar jika dibandingkan dengan tanpa pemberian tugas pada setiap akhir kompetensi dasar?
C. Tujuan Penelitian
Tujuan penelitian ini pada dasarnya adalah untuk menemukan jawaban pertanyaan–pertanyaan yang telah dirumuskan di atas. Secara rinci tujuan penelitian ini dapat dirumuskan sebagai berikut:
1. Untuk mengetahui seberapa 2 Walenrang Padangsappa pada pokok bahasan lingkaran yang diajar dengan pemberian tes pada setiap akhir kompetensi dasar.
2. Untuk mengetahui seberapa besar tingkat hasil belajar siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Walenrang yang diajar tanpa pemberian tes pada setiap akhir kompetensi dasar.
3. Untuk mengetahui apakah hasil belajar siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Walenrang pada yang diajar dengan pemberian tes pada setiap akhir kompetensi dasar lebih tinggi dari siswa yang diajar tanpa pemberian tes pada setiap akhir kompetensi dasar.
D. Manfaat Hasil Penelitian
Hasil penelitian ini dapat bermanfaat dalam rangka usaha penigkatan hasil belajar matematika siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Walenrang khususnya dan sekolah–sekolah lain pada umumnya.
Secara rinci manfaat dari hasil penelitian ini adalah sebagai berikut:
1. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa hasil belajar matematika siswa yang diajar dengan pemberian tes pada setiap akhir kompetensi dasar lebih tinggi dibandingkan hasil belajar siswa yang diajar tanpa pemberian tes pada setiap akhir kompetensi dasar, diharapkan kepada guru mata pelajaran matematika agar dapat menerapkan perlakuan dengan pemberian tes dalam pembelajaran matematika khususnya pada SMP Negeri 2 Walenrang.
2. Dengan pemberian tugas secara intensif dapat meningkatkan prestasi belajar siswa.
3. Memotivasi guru matematika untuk lebih mengoptimalkan pemberian tes sebagai suatu rangkaian proses belajar mengajar.
Belum ada komentar.
Tinggalkan Balasan
-
Arsip
- Februari 2009 (1)
- Desember 2008 (4)
- Maret 2008 (1)
-
Kategori
-
RSS
RSS Entri
Komentar RSS